Senin, 22 Desember 2025

RW 13 Medokan Ayu Investasi Sosial, Ajak Lansia Beraktivitas di Taman Harmoni"


Suasana yang harmonis benar-benar terwujud dalam gelaran kegiatan warga Lansia RW 13 Medayu Utara-Medokan Ayu di Taman Harmoni pada Minggu, 21 Desember kemarin. 


Dengan menggunakan 2 kereta kelinci yang disewa dari Sidoarjo, sekitar 50 warga Lansia berombongan berangkat pukul 07.00. Terlihat disana ketua RW13 Khoirul Chuluk ikut serta, mendampingi.


Pagi itu cuaca cerah sangat mendukungnya. Riuh rendah senam dan tawa bersama mengisi udara, menandai dimulainya aktivitas yang jauh lebih bermakna daripada sekadar olahraga rutin.


Bagi warga Lansia RW 13, berkegiatan di Taman Harmoni bukan lagi tentang sekadar senam atau jalan-jalan santai. 


Aktivitas yang digelar ini telah bertransformasi menjadi sebuah investasi sosial berharga yang menyentuh tiga aspek penting.


Antara lain memperkuat ikatan antarwarga, meningkatkan kesehatan jasmani, dan pada akhirnya, menanamkan benih kebahagiaan kolektif.


Dalam kesederhanaan gerakan dan obrolan ringan, terkandung upaya sadar untuk membangun komunitas yang lebih solid, sehat, dan berseri. 


Disana warga juga mendapatkan tausiyah (pesan atau nasihat agama) dari Ustadz Ustadz Zarkasyi, yang juga warga RW13.


Itulah laporan lengkapnya dari Taman Harmoni, tempat investasi sosial itu dipupuk dengan penuh keceriaan.


SILATURAHMI DAN KEBERSAMAAN

Hal yang diperoleh dari kegiatan di luar rutinitas dan lingkungan sehari-hari dapat membangun keakraban yang lebih dalam antar warga.


Suasana santai dan rekreasi memudahkan interaksi, termasuk bagi warga yang biasanya jarang terlibat di kegiatan RW.


KESEHATAN FISIK DAN MENTAL

Senam sebagai aktivitas fisik langsung bermanfaat untuk kebugaran.


"Jalan-jalan" atau rekreasi di tempat baru (alam, taman, dsb.) dapat mengurangi stres, menyegarkan pikiran, dan meningkatkan semangat.


WAWASAN & PENGALAMAN

Mengunjungi tempat baru memperkenalkan warga pada potensi wisata, budaya, atau lingkungan di sekitarnya.


Kegiatan bersama di ruang publik dapat meningkatkan visibilitas dan kebanggaan sebagai bagian dari RW 13.


Kegiatan yang menyenangkan dan berbeda biasanya lebih menarik minat warga.


Dapat menjadi "pintu masuk" untuk mendorong partisipasi warga dalam kegiatan RW lainnya.


KOORDINASI & KOMUNIKASI INFORSI

Di luar suasana formal rapat RW, masalah atau aspirasi warga bisa lebih mudah didiskusikan secara santai.


Pengurus RW dapat lebih dekat dengan warganya.


TINGKATKAN KREATIVITAS

Mencari lokasi dan merencanakan acara di luar membutuhkan dan melatih kreativitas pengurus.


Ini secara tak langsung memicu ide-ide kegiatan baru yang lain.


PENGHARGAAN & PENYEGARAN

Kegiatan yang direncanakan 2x setahun dapat menjadi semacam "reward" dan penyegaran dari aktivitas harian yang monoton.


Itu bukti dari kepedulian pengurus terhadap kesejahteraan warga secara holistik (fisik & mental).


(InfoMedokanAyu)

Minggu, 05 Oktober 2025

3 Jam Tuntas, Pengecatan Jembatan "Legendaris" MIN/ MTsN pada 5 Oktober. Danramil 0830-11 Rungkut Hadir Menyemangati.

Rambu penutupan jembatan hingga jam 18.00 WIB pun dipasang persis dimulut jembatan, menunggu cat kering

TUNTAS, demikian perawatan Pengecatan Jembatan 'Legendaris' MIN/MTsN melalui Baksos pada Minggu, 5 Oktober 2025.

Kegiatan yang berlangsung cepat dengan semangat yang terjaga itu, tak dapat dipungkiri pengaruh pula atas kehadiran  Komandan Komando Rayon Militer (Koramil) 0830-11 Rungkut, Surabaya.

Kehadiran Danramil 0830-11 Rungkut  Mayor Inf Sumarji pada acara baksos ini bukan sekadar menengok. Malah menunggui. 

"Ini secara tak langsung juga menyemangati", kata H. Nawawi Ahmad yang mempelopori acara.

Jembatan kini 

jembatan sebelumnya, yang dibangun pada 10 tahun silam.

Saat itu, Danramil hadir seorang diri. Bermotor. Meninggalkan lokasi ketika acara hampir rampung, dan sempat pula turut mengkuaskan cat pada jembatan legendaris ini.

Danramil Mayor Inf Sumarji dan H. Nawawi Ahmad.

"ini hal yang luar biasa", seloroh sejumlah kaum peduli mengomentari kehadiran Danramil.

Dalam pada itu, semangat yang terjaga dalam bergotong royong lintas RW ini, ditandai terus terdengarnya "guyonan" sesama kaum peduli. 

Kegiatan Baksos yang diikuti kurang lebih 50 orang ini, sungguh sebuah sambung rasa. Berlangsung  sekitar 3 jam, antara jam 07.00-10.00 WIB.

Kegiatan bernilaikan kebersamaan ini tampaknya memang sudah mengangenkan.
Amat jarang terjadi, gotong rotong yang mencakup se-kelurahan.

Meski undangan kegiatan tertulis jam 06.00 WIB, di antaranya ada yang datang lebih pagi dari yang di-woro-woro-kan.

Di antaranya diawali dengan hadirnya Ketua RW01 Medokan Sawah Supangin. Di lokasi beliau datang paling pagi.

Nur Solichin, Senin Haryanto dan Supangin

Kemudian disusul koordinator Keamanan RW02 Medokan Kampung Nur Solichin, yang juga anggota Komando Rayon Militer (Koramil) 0830-11 Rungkut.

Sementara Banser NU Senin Haryanto, membuntutinya pada urutan ketiga.

Selanjutnya tiga personil dari Koramil datang hampir bersamaan.

Ny. Dewi Latifah dari MTsN menyabut tiga personil yang hadir lebih awal dari kaum Peduli pada umumnya. Beliau bangga mendengar akan ada perawatan jembatan, yang terbukti tiga anggota TNI telah datang.

Pagi itu, kegiatan serentak dan cepat berlangsung mulai jam 07.00 WIB.

Balok Kayu dan Scafolding datang, langsung turun, dilanjut pemasangan, sebagai tiang penyanggah pengecatan bagian bawah jembatan.

Ketua RW08 Medokan Asri Utara Dodik Widodo (kanan) turut mengangkat balok kayu 

Nur Solichin (kiri) dan Hermawan (kanan) memasang scafolding sebagai penyanggah balok kayu pinjaman perawatan jembatan bagian bawah.

Bagian dibawah jembatan langsung beraksi


Pengecatan bagian bawah jembatan memang hal penting. Kondisinya dapat dilihat pada berita sebelumnya.


CAMILAN
Pagi itu, camilan beragam pilihan, turut menyemangati acara. Tidak luput dengan kopinya.

Saat itu pula kaum peduli lingkungan berdatangan dan langsung berkegiatan, meng-ampelas jembatan.

Kertas gosok dan sikat baja yang tersedia langsung diserbu, sebagai alat kerja.

Kaum peduli itu di antaranya membawa serbet, untuk mengelap hasil gosokan.

Malah di antaranya membawa "daster" tak terpakai. "Ternyata daster yang saya bawa memberi manfaat. Dipakai oleh beberapa teman mengelap hasil gosokan korosi", kata seorang peserta Baksos, sambil tertawa.

AMPLAS

Para siswa kelas 7 ikut bergabung dengan para bapak-bapak meng-amplas jembatan.

Para bocah sekolah ini secara tidak langsung merasakan manfaat gotong royong yang digelar kaum peduli di wilayahnya.


Ustadz M. Nawawi (biru) dan Ketua RT01 RW02 Medokan Kampung juga larut dalam kebersamaan membersihkan jembatan dengan Amplas.

Ketua RW01 Medokan Sawah Supangin dan Rachwanto dari RT11 RW02 Medokan Kampung tidak diam. Juga singsing lengan baju meng-amplas jembatan.

Aktivitas awal meng-amplas jembatan ramai-ramai.

Danramil Rungkut merasa senang atas kegiatan gotong royong ini, maka selalu menyemangati sejak awal aktivitas.

Tanpa janjian di awal kegiatan Amplas jembatan ketua RW08 Medokan Asri Utara Dodik Widodo (kiri) bertemu Ketua RT01 RW08 Eko (kanan)




Ketua RW11 Medayu Utara Kasban (kanan) berdampingan dengan Rachwanto dari RT11 RW02 amplas pagar jembatan.


Satu titik kropos tiang pagar bagian bawah ditemukan Ustadz M. Nawawi ketika beraktifitas meng-amplas.



CAT DASAR
Wakil Ketua RT01 RW08 Yudhi (merah) menggunakan kuas rool yang dibawahnya dari rumah melakukan cat dasar.

Wiyani seorang Ustadz dari Masjid Asasul Amal RW08 Medokan Asri Utara mengkuaskan cat dasar, dengan dikomandoi kaum peduli lain yang bergiliran sebagai "mandor", termasuk yang dibelakangnya Ketua RT11 RW02 Medokan Kampung R. Eddy Agus Subekti.


Pengecatan Dasar

Pengecatan samping

 MERAH

Danramil Rungkut Mayor Inf Sumarji (ke-6 dari kanan) mengkuaskan cat merah pada pagar jembatan ber-ramai-ramai.

Pengecatan warga merah 

H. Nawawi Ahmad "gemetar" pula ketika ikut mengkuaskan Cat Merah kala diperhatikan Danramil Rungkut yang berada di belakangnya.


Rehat sejenak

Foto bersama di lokasi diakhir Baksos

Para kaum peduli lingkungan ini, selanjutnya meninggalkan lokasi menuju rumah H. Nawawi Ahmad, merajut kebersaman dengan makan siang bersama.

Kegiatan ini sebagaimana riilnya, tidak lanjut dari keprihatinan atas berita yang ditulis infoMedokanAyu pada 15 September 2025.


(FaktaMedokanAyu)

Sabtu, 04 Oktober 2025

Tanaman Liar Tumbuh Subur Melilit Tiang Listrik di Wilayah RW08 Medokan Ayu

Tanaman liar melilit tiang listrik, hampir menutupi puncaknya di kawasan RW08 Medokan Asri Utara - Medokan Ayu

TANAMAN LIAR melilit tiang listrik hingga hampir di puncaknya terjadi di kawasan RW08 Medokan Asri Utara - Medokan Ayu  sisi Selatan.

Lokasi itu persisnya dekat rumah pompa Medokan Asri.

InfoMedokanAyu hari ini menerima kiriman foto obyek yang sama dari dua pengirim berbeda. Tentu dari warga peduli Medokan Ayu.

Kedua pengirim foto mempertanyakan hal yang sama. 

"Apakah tanaman liar yang merambat di tiang listrik itu tidak bakal membuahkan bahaya?", chat mereka melalui WhatsApp.

InfoMedokanAyu tidak bisa memberikan jawaban dan langsung mengunggahnya di FaktaMedokanAyu.

Selain itu, juga meneruskan foto tersebut ke RW08 Medokan Asri Utara dan Seksi Pembangunan dan ketertiban Kelurahan Medokan Ayu.

Sangat dikemungkinkan melilitnya tanaman liar itu "tidak diawali minta ijin" ke pengurus lingkungan.

Ketidaktahuan pengurus lingkungan juga dimaklumi, mengingat tanaman liar "bergerak dalam senyap".

Sementara itu, kiriman foto-foto atas obyek yang perlu perhatian dari warga peduli, memang diberikan ruang tersendiri oleh InfoMedokanAyu.

Pemberian ruang khusus itu, sebelumnya dirilis infomedokanAyu melalui berita "Warga Peduli Lingkungan Medokan Ayu Terus Kumandangkan Jargon "Kumuh Mengundang Jorok"

(FaktaMedokanAyu)

— — — — — 
HALAMAN LAIN klik ðŸ‘‡


Senin, 29 September 2025

Besok 30 September Kibarkan Merah Putih Setengah Tiang, 1 Oktober Kibarkan Merah Putih Satu Tiang Penuh


PADA 30 September setiap warga negara mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang. Pada 1 Oktober, menaikan Merah Putih menjadi satu tiang penuh.

Hal itu sebagai penghormatan atas peristiwa besar yang terjadi di tanah air pada tanggal tersebut.



Himbauan atas pengibaran bendera Merah Putih itu, juga telah disampaikan oleh Camat Rungkut Maskur, S.H., M.H., melalui grup-grup WhatsApp se-Kecamatan Rungkut.


Postingan Camat Maskur yang murah senyum itu, sebagai berikut.



30 SEPTEMBER 

Mengibarkan bendera setengah tiang pada 30 September ini, antara lain mengenang para perwira tinggi TNI dan korban lainnya dalam peristiwa berdarah yang terjadi pada dini hari 30 September 1965.


Saat itu sekelompok pasukan dari Pasukan Cakrabirawa (pasukan pengawal presiden) menculik dan membunuh 7 perwira tinggi TNI Angkatan Darat.


Korban dimaksud, antara lain :

  1. Letnan Jenderal Ahmad Yani

  2. Mayor Jenderal R. Suprapto

  3. Mayor Jenderal M.T. Haryono

  4. Mayor Jenderal Siswondo Parman

  5. Brigadir Jenderal Donald Izacus Panjaitan

  6. Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo

  7. Lettu Pierre Andreas Tendean (diculik karena dikira ajudan Jenderal A.H. Nasution)


Selain itu, juga tewas seorang anak perempuan dari A.H. Nasution, yaitu Ade Irma Suryani Nasution, dan seorang ajudan polisi, Brigadir Polisi K.S. Tubun.


Dengan demikian 30 September adalah hari berkabung nasional dan mendoakan para pahlawan revolusi yang gugur.


Selain itu, merenungkan betapa berharganya nilai-nilai persatuan dan perdamaian serta belajar dari sejarah kelam bangsa untuk tidak terulang kembali.


1 OKTOBER 

1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.


Pada tanggal tersebut Mayor Jenderal Soeharto mengambil alih kendali. Beliau memimpin operasi penumpasan G30S.


Keberhasilan diperoleh. Kembali memguasi Halim Perdanakusuma (markas G30S) dan menyelamatkan situasi.


Dibawah pimpinan Mayor Jenderal Soeharto, paham komunis pun gagal mengambil alih kekuasaan. 


Kemenangan ini diyakini sebagai bukti bahwa Pancasila adalah dasar negara yang kuat, tangguh, dan "sakti"—tidak bisa digantikan oleh ideologi asing apa pun.


Oleh karena itu, momen kemenangan atas pemberontakan dan terselamatkannya Pancasila itu ditetapkan pada tanggal 1 Oktober.


(FaktaMedokanAyu)


— — — — — 
HALAMAN LAIN klik ðŸ‘‡





Rabu, 17 September 2025

Hati hati, Penipuan Modus Tawarkan Cat berkekuatan 4 Personel, dengan Mobil PickUp plus 1 Motor Mulai Masuk RW08 Medokan Asri Utara.

Penipuan modus penawaran cat sisa proyek, ini beragam merk dan masih bersegel.

HATI-HATI, penipuan modus penawaran cat sisa proyek berkekuatan 4 personel, dengan bermobil PickUp plus 1 motor mulai menggerayangi Medokan Ayu. Beberapa hari ini telah berusaha menyatroni salah satu warga RW08 Medokan Asri Utara.

Peristiwa di Medokan Asri Utara RT01 itu membuat miris yang mengetahui. Begitu pun yang mendengar ceritanya.

Siang sekitar pk. 11.00 WIB itu, tiga lelaki tidak dikenal masuk rumah. Mereka masuk melewati pintu garasi, tembus dapur, juga tembus ruang utama.

Sang suami siang itu sedang keluar, Dirumah hanya seorang ibu, Ny. Andy Maliang bersama seseorang ibu muda, yang membantu memilih, dan menerima pakaian yang telah tidak digunakan.

Ibu muda dimaksud bukan warga RW08 Medokan Asri Utara. Hanya warga satu kelurahan.

Sempat kaget pula mendadak melihat dari belakang muncul laki-laki 3 orang, menawarkan cat sisa proyek.

Meski kaget, namun tidak curiga dan tetap dilayani dengan sopan. Di RW08 Medokan Asri Utara memang ada kegiatan pembangunan rumah. Dikiranya pula, ketiga laki-laki itu mengenal suaminya.

Namun, ketika ditolak penawarannya, lalu para penipu itu meminta duit. Disini Ny. Andy Maliang mulai curiga. Selama ini tidak ada orang yang masuk tanpa permisi, langsung masuk dapur dan meminta duit.

Dengan tidak sendirian didalam rumah saat itu, Ny. Andy Maliang berani mengusir tiga laki-laki penipu itu.

Setelah diperhatikannya keluar, pintu pagar ditutup. Dilihatnya pula, mereka berkekuatan 4 orang.

Seorang di antaranya, menunggu diluar diatas motor matic. Sementara, ketiga orang masuk mobil PickUp.
Peristiwa di kota lain. Produk cat bersegel. Ketika dibuka isi penipuannya terbukti.

PESANAN SUAMI
Berdasarkan catatan, beribu trik digunakan pada saat penawaran, yang disesuaikan dengan kondisi.

Di antaranya, ketika yang dihadapi sosok ibu, akan dibilang antar pesanan suami. Guna meraih kepercayaan dengan menunjukkan kwitansi pembelian oleh proyek, yang cukup dibayar separuh saja.

Bila menemui kebuntuan, akan beralasan salah alamat dan tarik diri. Sementara peluang lain yang dicari tidak diketahui.

KOTA LAIN
Kasus penipuan ini sudah relatif lama berlangsung dan berulang. Peristiwa serupa silahkan di klik Peristiwa Disini yang konon sisa proyek Telkom. 

Atau Peristiwa Disini di Tangerang. Penipuan ini juga terjadi di Kendal. Di Wilayah Jatim, dapat pula dibaca yang terjadi di Pasuruan.


— — — — — 
HALAMAN LAIN klik ðŸ‘‡

Senin, 15 September 2025

Manfaaf Kian Terasakan, Jembatan "Legendaris" MIN Menanti Perhatian Setelah Perbaikan 10 Tahun Silam

Jembatan "Legendaris" MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) menghubungkan Jl. Medokan Asri Tengah sisi Selatan dan Utara. Posisi di ujung Timur, persis MIN. Kini cat mulai sebagian mengelupas, dan tampak berkarat. Kondisi bagian bawah belum diketahui. H. Nawawi Ahmad, yang merintis pembangunannya dari Gladak kayu hingga berubah besi, juga tidak mengetahui.
 
JEMBATAN "Legedaris" MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) di Medokan Ayu kian terasa manfaatnya. Makin dibutuhkan keberadaan-nya. Hingga kini belum pernah menjalani perawatan termasuk pengecatan ulang, sejak 10 tahun silam, sebagaimana tampak pada foto diatas. Cat mengelupas dan karat mulai bermunculan.

Jembatan "Legendaris" ini menghubungkan Jl. Medokan Asri Tengah sisi Utara dan Selatan. Di bagian selatan terdapat dua sekolahan kelas anak-anak. Yakni Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN).

MIN adalah sebuah sekolah dasar yang menyelenggarakan pendidikan agama Islam dan berada di bawah naungan langsung Kementerian Agama Republik Indonesia. 

MIN memiliki jenjang pendidikan yang setara dengan Sekolah Dasar (SD). Namun dengan fokus yang lebih besar pada materi agama Islam, seperti akidah akhlak, fikih, dan Al-Qur'an Hadis.

Sedangkan MTsN adalah jenjang pendidikan formal setara SMP di Indonesia yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.

Akhiran "N" menunjukkan bahwa madrasah tersebut adalah milik atau diselenggarakan oleh pemerintah (negeri).

Jembatan itu sendiri dikatakan legendaris dilatari keberadaannya yang berpengaruh luar biasa, terhadap kemacetan, yang bisa terjadi di jembatan Medokan Asri Utara (dekat Rumah pompa). 

Tanpa Jembatan ini, sebagian warga dari 6 RW (RW03, RW09, RW11, RW12, RW13, RW14, RW15), yang mengantar dan menjemput putra-putrinya ke MIN dan MTsN harus melewati jembatan Medokan Asri Utara, dekat kawasan Rumah Pompa itu. 

Bila demikian pasti tak dapat dihindari kemacetan-pun timbul di jembatan dekat rumah pompa itu. Beradu serobot pun pasti tak terelakan. Apalagi kecenderungan antar jemput sekolah memiliki keterbatasan waktu yang mepet. Belum lagi para bocah yang membawa sepeda dan motor sendiri.
Jembatan ini setelah diperbaki permanen pada 2015 juga bisa dilewati motor

Manfaat lain, berdekatan dua sekolah, MIN dan MTsN terdapat lapangan bola umum. Warga dari 6 RW diatas, pasti mendayagunakan jembatan itu untuk menuju lapangan.

Kini pada jam masuk dan pulang sekolah, para pengantar dan penjemput sekolah senantiasa telah menunggu di sisi utara jembatan. Para siswa bisa melewati jembatan itu.

Belum diketahui, beban orang dan motor yang melewati jembatan itu saban harinya.

Foto koleksi diambil dari halaman sekolahan MIN dan MTsN. Tanda panah merah, jembatan. Sumber foto Google

Tanda panah merah lokasi jembatan, Foto di ambil pada 15 September Pukul 12.00, dari utara sungai sisi Timur. Sekitar jembatan senantiasa menjadi pilihan para bakul. Tempatnyapun berpayung tanaman Sonokeling..


Dengan penyanggah besi dan berlantaikan plat bordes, para pengendara motor bisa melewatinya dengan nyaman. Apalagi terpasang pagar pemgaman. Potrer ini diambil hari Minggu.

Potret jembatan dari sisi Barat dan Utara sungai

GLADAK KAYU
Jembatan ini ada sejak tahun 2005. Awalnnya jembatan kayu. Biasa disebut Gladak. Peruntukannya para penjalan kaki, dan para siswa, yang penjemputnya bisa menunnggu di utara Sungai.

Pun begitu, ada sejumlah sepeda dan motor yang nekad melewatinya. Bukan hanya oleh para siswa. 

Al hasil Gladak kayu itu sempat membawa korban. Sepeda dan motor yang nekad melewatinya, tergelincir masuk sungai.

Berdasarkan penyisiran informasi, diketahui ternyata gagasan pembuatan jembatan itu dirintis oleh H. Nawawi Ahmad, warga Jl. Wonoayu RW03, yang memegang kendali Wonoayu sebagai ketua RW03, antara 2.000 - 2.006..

Ketika ditemui, Nawawi Ahmad membenarkannya. Disitu, yang bersangkutan melihat para siswa dari wilayahnya dan kawasan Medayu Utara, ketika berangkat dan pulangnya harus memutar, melalui RW02 RT04 dan melewati jembatan sisi Barat, dekat rumah pompa.

Dari itu, Nawawi Ahmad menghela nafas panjang. Merasa "trenyuh", melihat anak-anak pada ngebut dengan mumutari jalan ke sekolahan.

Pada tahun 2005, kebetulan ada yang menawari bongkaran jembatan kayu di pondok chandra. Lalu dibelinya secara pribadi. Tujuannya, kayu-kayu itu itu untuk jembatan darurat dan keperluan  tambak nya.

Dari situ, mulai dibangunlah jembatan Gladak kayu. Jembatan ini digunakan selama 10 tahun. Mulai 2005 sampai tahun 2015.

JEMBATAN BESI 
Mengingat volume pengguna jembatan kian ramai. Para bocah banyak melewatinya dengan membawa sepeda, berpikirlah untuk merubah jembatan lebih layak dan aman.

Pada 2010 Nawawi Ahmad, S.Pd., terpilih sebagai ketua LKMK. Bahkan sampai tiga periode 2010-2013, 2013-2016, dan 2019-2022.

Sejak saat itu, Nawawi mengusulkan perbaikan jembatan yang mirip di kawasan desa tertrtimggal itu melalui program Musrembang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan). Namun selalu gagal. Dimaklumi pula, "menu perbaikan jembatan" tidak ada di Musrembang.

Lalu, diajukannya melalui Badan Keswadayaan Masyarakat. Kebetulan Nawawi juga sebagai ketua di kawasan Kelurahan Medokan Ayu. Yakni menerobos Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Disitu, keinginan memperbaiki jembatan ke tingkat lebih layak terpenuhi. Pada 2015 pembangunan dimulai. Semua berbahan besi.

Sejak tahun 2015 itu, kondisi jembatan menjadi layak dan aman dilewati.


H. Nawawi Ahmad, dengan BKM -nya yang merintis pendirian jembatan itu, mengingatkan. Usia jembatan itu, kini sudah 10 tahun. Sebagian cat mengelupas dan karat bermunculan.

Video oleh Hermawan, sekaligus menampakan bagian-bagian berkarat pada pagar pengaman.

Oleh sebab itu, perlu adanya perawatan, agar umur jembatan besi di kawasan bergaram ini bisa bertahan lebih lama. Bagian bawah jembatan juga perlu dikontrol. "Perawatan ini penting. Apalagi kini ekonomi sulit", tandasnya.

Hal ini tidak bisa diserahkan kepada para RW. "Harus LPMK yang memfasilitasi", kata Nawawi Ahmad yang ditemui Kamis siang tadi.


— — — — — 
HALAMAN LAIN klik ðŸ‘‡

Rabu, 10 September 2025

Bukan Fasilitas Tambahan, Wifi bagi Warkop bagian dari Strategi Bisnis yang Kuat


Ilustrasi Warkop Cak Jhepank
 
WI-FI (Wireless Fidelity) di Warung kopi (warkop) bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan sudah menjadi strategi bisnis yang sangat kuat - powerful.

Admin InfoMedokanAyu Priono Subardan menggarisbawahi keberadaan Warkop dan Wi-Fi di Medokan Ayu, telah mengubah fungsi Warkop dari sekadar tempat jual kopi menjadi ruang komunitas dan kerja bersama (co-working space).

Sebagai strategi bisnis yang powerful bagi Warkop, hal itu ditandai pula oleh adanya Warkop-Warkop besar memperkuat bandwith Wi-Fi-nya, jika tidak ingin ditinggalkan pelanggannya.

Salah satu Warkop yang memahami pentingnya keberadaan Wi-Fi di Medokan Ayu di antaranya Warkop Cak Jhepank.

Bagi pelanggan, suguhan Wi-Fi oleh Warkop Cak Jhepank itu adalah fasilitas penting untuk produktivitas dan hiburan.

Warkop Cak Jhepank. atau Warkop lain dengan Wi-Fi 900 Mbps dimaknai sebagai Warkop yang tidak hanya menjual kopi, tetapi menjual pengalaman "nongkrong" yang ultra produktif dan nyaman dengan menyediakan infrastruktur internet terbaik.

Angka 900 Mbps sebagai petunjuk sinyal kuat. Ini sangat dibutuhkan pelanggan yang memprioritaskan konektivitas dan kinerja.

Wi-Fi memberikan nilai tambah yang besar. Di antara banyak pilihan Warkop, pelanggan akan cenderung memilih yang menyediakan internet gratis dan cepat.

Pelanggan yang menggunakan Wi-Fi cenderung tinggal lebih lama untuk bekerja (remote work), mengerjakan tugas, atau sekadar berselancar.
   
Semakin lama mereka duduk, semakin tinggi kemungkinan mereka memesan tambahan kopi, makanan ringan, atau bahkan makan berat.

Warkop yang menyediakan Wi-Fi cepat dan stabil dianggap lebih modern, profesional, dan peduli pada kebutuhan pelanggannya.

Wi-Fi menarik para regular customer yang datang secara rutin untuk bekerja atau nongkrong. Hal ini membantu terbentuknya komunitas setia di sekitar Warkop.

Bagi pelanggan sebagai "kantor kedua" yang nyaman. Terutama bagi freelancer, dan pekerja lain yang membutuhkannya.

Menjadi tempat yang ideal untuk pelajar dan mahasiswa mengerjakan tugas kelompok atau belajar.

Pelanggan dapat streaming musik, menonton video, bermain game online, atau sekadar mengupdate media sosial sambil menikmati kopi.

Akses internet gratis menjadi nilai ekonomis langsung bagi pelanggan, terutama bagi mereka yang memiliki kuota terbatas.

Dengan mudahnya mengakses internet, pelanggan bisa mencari informasi, membaca berita, atau berbagi momen mereka di Warkop secara langsung di media sosial (free promotion untuk warkop).

Wi-Fi 900 MBPS
Warkop dengan WiFi 900 Mbps sebagaimana iklan Warkop Cak Jhepank. adalah sebuah pernyataan yang memiliki makna ganda. Secara harfiah maupun sebagai strategi pemasaran.

Secara Harfiah (Teknis), ini berarti sebuah Warkop menyediakan akses internet nirkabel (Wi-Fi) dengan kecepatan maksimum (bandwidth) 900 Megabit per second.

900 Mbps adalah angka tinggi. Sangat cepat untuk standar konsumen maupun bisnis kecil.

Sebagai perbandingan, paket internet rumahan umum di Indonesia biasanya antara 20 Mbps hingga 100 Mbps.

Dengan kecepatan 900 Mbps, puluhan bahkan ratusan pelanggan bisa streaming video HD, meeting online, download file besar, dan bermain game online secara bersamaan tanpa mengalami lag atau buffering.


Ini adalah pesan yang kuat menarik segmen pelanggan tertentu. Sebuah asumsi telah ditanamkan. Warkop tidak sekadar menyediakan Wi-Fi asal ada, tetapi berinvestasi pada koneksi yang sangat cepat dan andal. Ini menunjukkan komitmen pemilik terhadap kenyamanan pelanggan.


Dengan Wi-Fi super cepat membuat suatu Warkop menjadi pilihan utama sebagai kantor kedua atau tempat kumpul yang produktif.


Di tengah banyaknya Warkop yang menawarkan Wi-Fi, kecepatan 900 Mbps adalah Unique Selling Point (USP) yang langsung membedakannya dengan Warkop lain yang mungkin hanya menawarkan Wi-Fi "standar" atau bahkan lambat.


(Priono Subardan)


HALAMAN LAIN klik ðŸ‘‡